Pengertian
Blokir situs menggunakan Proxy Squid adalah proses membatasi atau melarang akses ke website tertentu dengan memanfaatkan aturan (ACL – Access Control List) pada Squid Proxy Server. ACL (Access Control List) ini merupakan daftar aturan yang digunakan untuk mengatur siapa yang boleh dan tidak boleh mengakses suatu layanan atau sumber daya.
Jadi artinya setiap kali user mengakses internet, permintaan tidak langsung ke website tujuan, tetapi melewati Squid terlebih dahulu. Squid kemudian mengecek aturan yang telah dibuat. Jika website termasuk dalam daftar yang diblokir, maka akses akan ditolak.
Fungsi Proxy Squid dalam Pemblokiran
- Pengontrol akses internet
- Penyaring website
- Pengambil keputusan apakah suatu situs boleh diakses atau tidak
- Client membuka sebuah website
- Permintaan akses dikirim ke Proxy Squid
- Squid membaca ACL (aturan akses)
- Jika website masuk daftar blokir maka akses ditolak
- Jika tidak masuk dalam daftar blokir maka website tersebut bisa diakses
- Pemblokiran situs pada Squid dapat dilakukan berdasarkan:
- Nama domain (contoh: media sosial)
- URL tertentu
- Alamat IP
- Waktu akses (jam tertentu)
- User atau kelompok user
- Mengontrol penggunaan internet
- Meningkatkan fokus belajar atau kerja
- Menghemat bandwidth jaringan
- Mencegah akses ke konten negatif
- Menegakkan kebijakan jaringan
- Website tidak bisa dibuka
- Muncul pesan Access Denied
- Browser menampilkan halaman error dari Squid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar